Kapolres Puncak Jaya AKBP Alex Korwa mengatakan kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka ( OPM)  yang melakukan penembakan terhadap Kapolsek Mulia Kabupaten Puncak Jaya - Papua Kompol (Anumerta) Dominggus Otto Awes diperkirakan berjumlah  60 orang  dan adalah kelompok baru.

Dikatakan, kelompok ini  mengklaim dari Kodap X Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka.  "Mereka mengaku Kodap baru dan merupakan afiliasi dari Markas OPM yang bermarkas di Tingginambut,'' lanjutnya.

“Akan tetapi, penerbangan maskapai Trigana yang sempat ditutup, juga sudah kembali melayani rute dari dan ke Mulia, jadi hari ini (Selasa 1/11)  Trigana sudah kembali terbang ke Mulia,'' ungkapnya.

Sementara terkait surat dari yang mengatasnamakan OPM Kodap X, yang ditujukan kepada Bupati Lukas Enembe, dan mengklaim bertanggung jawab atas penembakan Kapolsek,  pihaknya masih menyelidikinya.



[ Read More ]

Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Nurkholis yang juga anggota tim investigasi Papua menyatakan, situasi di Papua sangat tidak menguntungkan bagi penegakan HAM.

"Komnas HAM dan kita semua ingin berhati-hati dalam menyikapi Papua, dan intinya kita tetap ingin mendorong satu sikap dialog," kata Nurkholis saat ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa 1 November 2011.

"Komnas HAM sendiri sedang menyusun satu laporan yang nantinya akan kami koordinasikan dengan Menkopolhukam. Misalnya hak untuk ditemui keluarga, hak mendapatkan pendampingan pengacara, hak mendapatkan satu tempat yang layak sebagai tahanan. Itu kami rekomendasikan untuk dimaksimumkan," jelasnya.





[ Read More ]

photo: yahoo
Saif Al-Islam Qaddafi Anak sulung Muammar Qaddafi diberitakan ditangkap dalam kondisi hidup."Hidup dan tidak terluka," demikian pejabat Libya mengungkapkan penangkapan anak tertua Muammar Qaddafi, Saif al-Islam Qaddafi, pagi ini.

Ada berbagai versi laporan kondisi Saif menyusul kematian ayahnya, dengan beberapa laporan bahwa ia telah ditembak, dan bahkan beberapa mengklaim bahwa ia telah kehilangan kedua lengannya.

Namun, juru bicara Dewan Transisi Nasional (NTC) kepada NBC semalam bahwa Saif dan Moussa Ibrahim, mantan juru bicara rezim Qaddafi, ditangkap di Nessma, dekat Bani Walid.

Juru bicara NTC mengatakan Brigade Wadi el Osoud atau Brigade Singa Lembah bertanggung jawab untuk menangkapnya. Klaim itu tidak bisa segera diverifikasi saat ini.

Laporan yang saling bertentangan muncul kemarin mengklaim bahwa Saif ditangkap di Zlitan, 99 km dari Tripoli, ketika mencari pengobatan untuk lukanya.

Tidak ada gambar Saif yang dipublikasi sejak ayahnya ditangkap dan dibunuh pada hari Kamis.

http://id.berita.yahoo.com
[ Read More ]

photo: yahoo
Sebab kematian pemimpin Libya, Muammar Qaddafi yang ditangkap hidup-hidup namun meninggal dengan berlumuran darah beberapa menit kemudian.

Serangkaian gambar yang diambil melalui ponsel menunjukkan, dia ditembak dengan jarak sangat dekat, beberapa centimeter saja.

Beberapa detik kemudian, diktator yang berbicara tergagap itu tidak bisa lagi didengar. Adegan berikutnya menampilkan tubuh tak bernyawa sang tiran di tanah. Matanya tertutup dan dia tidak bernapas. Orang-orang bersorak.

Sesaat sebelum menemui ajal, dalam rekaman itu Qaddafi bertanya terbata-bata, "Apa yang kamu lakukan? Ini tidak diperbolehkan dalam hukum Islam. Apa yang Anda lakukan adalah dilarang?' ujarnya.

Dengan suara tercekat, ia mengulangi, ""Apa yang Anda lakukan adalah salah, nak. Apakah Anda tahu apa yang benar atau salah? '

Para pemuda berteriak 'Muammar, Anda anjing! "

Saat itu, darah mengalir di sisi kiri kepala, leher, dan bahunya.

Gaddafi bilang kepada orang-orang muda itu untuk bersabar, dan berkata "Apa yang terjadi?" saat ia menyeka darah segar dari pelipisnya dan melirik telapak tangannya.

Seorang anak muda lainnya kemudian datang membawa boot dan berteriak, 'Ini adalah sepatu Muammar! Ini adalah sepatu Muammar! Kemenangan! Kemenangan!"

"Buat dia hidup, buat dia tetap hidup!" seseorang berteriak. "Ini untuk Misrata, Anda anjing," kata seorang pria menampar dia.

Pemberontak lain berteriak, "Allah Mahabesar. Allah Mahakuasa. "

Dan saat Qaddafi memohon belas kasihan, seorang pejuang mengatakan, "Diam, kau anjing!"

Qaddafi juga terdengar dalam satu video mengatakan 'Allah melarang ini' beberapa kali. Ia ditampar di atas kepalanya.

Gambar selanjutnya beberapa saat kemudian menunjukkan Qaddafi tergeletak di tanah. Orang-orang bersorak.

Sopir ambulans, Ali Jaghdoun, menyatakan Qaddafi sudah meninggal ketika ia mengangkatnya dan membawa jenazahnya ke kota Misrata. "Aku tidak mencoba untuk memberikan pertolongan kembali, karena ia sudah mati," ujarnya.

http://id.berita.yahoo.com
[ Read More ]

photo: yahoo
Sejumlah sumber menyatakan dia tewas diberondong saat melarikan diri. Namun beberapa saksi mata menyatakan, Qaddafi masih hidup, bahkan bisa berjalan kendati berlumuran darah, saat ditangkap.

Seorang saksi lain menyatakan sesaat sebelum shalat subuh pada hari Kamis, Gaddafi dikelilingi oleh beberapa lusin pengawal setia dan disertai oleh Abu Bakr Younis Jabr, kepala pasukannya yang turut tewas. Kaum revolusioner telah menguasai Sirte melalui pertempuran senjata yang sengit.

Qaddafi, katanya, kemudian menuju barat dalam konvoi bersenjata 15 truk. Namun belum jauh berjalan, ia mengatakan, bom salah satu pesawat NATO menghantam konvoi dekat Sirte pada sekitar 08.30 pada hari Kamis.

Gerard Longuet, menteri pertahanan Perancis, kemudian menegaskan bahwa serangan - yang menghancurkan semua 15 truk dan menewaskan 50 orang Qaddafi - dilakukan oleh angkatan udara Perancis.

Namun, Qaddafi dan segelintir anak buahnya lolos dari kematian dan bersembunyi di dua pipa drainase. Di sinilah ia ditangkap.
http://id.berita.yahoo.com
[ Read More ]


Sengketa Indonesia Malaysia
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, mengatakan Indonesia harus memiliki ketegasan terhadap Malaysia soal perbatasan. Sejauh ini Pemerintah Indonesia seperti tak memiliki harga diri dengan membiarkan batas wilayah dicaplok Malaysia. "Jangan kita seperti tidak punya kehormatan dengan bilang enggak ada wilayah kita yang dicaplok," kata Megawati dalam kuliah umum Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa di Megawati Institute, Rabu, 12 Oktober 2011.

Kemarin, Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanuddin, mengatakan dirinya telah menerima informasi intelijen soal adanya pergeseran batas wilayah di Dusun Camar Bulan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Batas wilayah Indonesia bergeser hingga 3,3 kilometer dari posisi asal. Indonesia pun berpotensi kehilangan wilayah sebesar 1.500 hektare akibat kejadian ini. Sejumlah Polisi Diraja Malaysia juga dikabarkan telah berpatroli di wilayah ini.

Di Tanjung Datu, Malaysia juga dikabarkan telah membangun pusat konservasi penyu. Mereka membangun taman nasional yang dijadikan sebagai daerah tujuan pariwisata bertaraf internasional. Malaysia kabarnya telah membangun dua mercusuar di wilayah ini. TB Hasanuddin mengatakan pencaplokan ini sudah terjadi sejak lima tahun lalu.

Namun, kabar ini dibantah Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djoko Suyanto. Menurutnya tak ada batas wilayah Indonesia yang dicaplok oleh Malaysia.

Padahal, TB Hasanudin mengatakan, dalam tiga peta yang dibuat sejak zaman Belanda dulu, jelas terlihat batas-batas wilayah Indonesia dan Malaysia di wilayah itu. Hal ini diperkuat dengan dua perjanjian kesepahaman tentang batas wilayah Indonesia-Malaysia yang pernah disepakati pada tahun 1976 dan 1978.

Karena itu, Megawati tampak geram dengan pernyataan pemerintah yang membantah pencaplokan batas wilayah itu. Seharusnya, Indonesia berani menegaskan dengan bukti yang ada bahwa wilayah itu adalah milik Indonesia. "Eh, lu Malaysia, jangan bilang begitu. Ini buktinya. Mau mundurin patok lu apa enggak?" kata Mega menegaskan apa yang seharusnya dilakukan pemerintah.

Ia mengaku heran dengan semangat pemerintahan saat ini yang seakan-akan tidak memiliki nyali di hadapan negara lain. Padahal, menurutnya, Bung Karno pernah menunjukkan keberanian yang luar biasa saat melawan Belanda di pengadilan Bandung 1930. "Pidato Soekarno yang menentang penjajahan Belanda itu menggegerkan dunia," ujar putri tertua Soekarno ini.

Ia mengatakan, sikap seperti inilah yang seharusnya ditunjukkan seorang pemimpin bangsa besar seperti Indonesia. Namun, sayangnya, pemerintah saat ini justru terlihat tunduk pada kekuatan-kekuatan asing. "Mana bisa kita melakukan berdikari kalau pemerintah kita sama asing saja takut," ujar presiden kelima Republik Indonesia ini.

Sumber : Tempo Interaktif
[ Read More ]



Sengketa Indonesia Malaysia


Malaysia kembali mengganggu wilayah kesatuan Indonesia dengan mencaplok Camar Bulan, daerah di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia, Senin (10/10/2011).

Hal tersebut membuat heran Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdattul Ulama (PBNU), Said Aqil setelah menghadiri halal bihalal dan rapim muslimat NU di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

"Saya heran kenapa Malaysia suka sekali mengganggu negara kita. Satu rumpun dua negara selalu saja bertikai," ujar Said Aqil kepada wartawan.

Said Aqil beranggapan bahwa, Malaysia menggunakan berbagai cara dengan membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dan mencoba mengambil daerah Indonesia sedikit demi sedikit.

"Inilah arogansi yang ditunjukkan Malaysia. Mereka (Malaysia) merasa mampu, dengan menyejahterakan masyarakat sekitar dan mengambil daerah kita," ungkap Said.
http://www.tribunnews.com
[ Read More ]


Sengketa Indonesia Malaysia



Letak Dusun itu terpencil, tepat di ekor Pulau Kalimantan. Menuju ke sana jelas tidak mudah. Harus menyeberangi sungai, menyusuri jalan setapak, dan melintasi puluhan kilometer jalan pantai yang menghadap Laut Natuna -- itu pun dengan syarat air laut belum pasang agar bisa dilewati.

Namun, nama Camar Bulan, juga Tanjung Datu sontak tenar. Gara-gara Komisi I DPR RI menggelontorkan isu pencaplokan dua wilayah itu oleh negeri jiran. Isu itu kembali membuat panas sebagian masyarakat Indonesia yang terlanjur sentimen dengan kata 'Malaysia'.

Namun hiruk-pikuk soal isu caplok-mencaplok tak sampai ke Camar Bulan. Warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari: bekerja pergi pulang ke Malaysia. Juga belanja sembako.

"Saya melihat di sana, mereka adem ayem saja. Warga menjual hasil bumi ke Malaysia. Selain harga jual lebih mahal, juga lebih dekat jaraknya," ujar Koordinator Jaringan Radio Komunitas Kalbar, DH Gustira di Pontianak, Jumat 14 Oktober 2011.

Tak hanya perekonomian, juga akses informasi. Masyarakat perbatasan lebih mudah mendapat informasi  dari Malaysia, ketimbang negaranya sendiri: Indonesia.

Menurut Gustira, ada sebelas radio Malaysia mengudara ke daerah perbatasan, yakni di Dusun Camar Bulan, Desa Temajok, Kecamatan Paloh, dan Kabupaten Sambas.

Siaran tiga stasiun televisi Malaysia -- TV1,TV2 dan TV3 bisa ditangkap dengan mudah. "Mereka lebih tahu kondisi negeri tetangga ketimbang negara sendiri."
Tak hanya perekonomian, juga akses informasi. Masyarakat perbatasan lebih mudah mendapat informasi  dari Malaysia, ketimbang negaranya sendiri: Indonesia.

Menurut Gustira, ada sebelas radio Malaysia mengudara ke daerah perbatasan, yakni di Dusun Camar Bulan, Desa Temajok, Kecamatan Paloh, dan Kabupaten Sambas.

Siaran tiga stasiun televisi Malaysia -- TV1,TV2 dan TV3 bisa ditangkap dengan mudah. "Mereka lebih tahu kondisi negeri tetangga ketimbang negara sendiri."

Dari mana masyarakat menerima informasi dari tanah air?

Menurut Gustira, hanya mengandalkan radio komunitas yang sangat terbatas jarak frekuensinya, hanya dua setengah kilo. "Ya jelas-jelas jauh ketinggalan dong," kata dia.

Tukar Informasi

Gustira mengaku sering ke tapal batas, memberi pendampingan untuk masyarakat. "Ya tujuannya supaya mereka itu mendapat informasi dari negara sendiri," kata dia. "Dan ternyata, warga Malaysia pun suka meminta lagu-lagu Indonesia untuk diputar. Bahkan merela saling bertukar informasi.Nah ini membuktikan bahwa meski beda bangsa, warga mempunyai ikatan kekeluargaan yang luar biasa."

Menyimak panasnya isu pencaplokan wilayah, Gustira berpendapat, ini bukan kali pertamanya masalah itu mengemuka. "Namun, ketika permasalahan ini mencuat ke publik, seakan-akan lupa akan nasib warga perbatasan yang tak pernah mendapat perhatian khusus dari pemerintah," kata dia.

Sebelumnya, Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono menegaskan, pencaplokan hanya isu. "Pangdam sudah mengecek patok tak ada bergeser.  Kami tegaskan tidak ada pencaplokan," kata Agus saat rapat dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Jumat 14 Oktober 2011.

Sumber : Vivanews.com
[ Read More ]

 
Copyright © 2010. WARTA PERSADA.COM - All Rights Reserved